Selamat datang pada materi Cloud Computing. Mata kuliah ini membahas konsep, arsitektur, keamanan, penyimpanan terdistribusi, virtualisasi, pengolahan data, dan implementasi menggunakan Microsoft Azure.
Cloud Computing merupakan paradigma komputasi yang menyediakan sumber daya komputasi melalui jaringan secara fleksibel, terukur, dan sesuai kebutuhan.
Mata kuliah ini membahas infrastruktur cloud, virtualisasi, jaringan, penyimpanan terdistribusi, keamanan, model layanan, SLA, pusat data, pemrograman cloud, dan penerapan layanan Microsoft Azure.
Mahasiswa diharapkan mampu memahami cara kerja Cloud Computing, menganalisis arsitektur dan layanan cloud, memahami virtualisasi, serta menerapkan solusi cloud menggunakan Microsoft Azure.
Membahas definisi, karakteristik utama, sejarah singkat, manfaat, dan tantangan adopsi cloud computing.
Cloud menyediakan sumber daya komputasi melalui jaringan dengan akses sesuai permintaan, elastisitas, pooling sumber daya, dan pengukuran penggunaan.
Manfaat cloud meliputi efisiensi biaya, skalabilitas, ketersediaan layanan, akses dari berbagai lokasi, dan percepatan pengembangan aplikasi.
Tantangan yang perlu dipertimbangkan meliputi keamanan, privasi, ketergantungan penyedia, konektivitas, migrasi, dan pengendalian biaya.
Menganalisis komponen, pola, aktor, lapisan, dan alur kerja pada arsitektur Cloud Computing.
Arsitektur cloud terdiri dari front-end, back-end, jaringan, layanan komputasi, storage, database, orkestrasi, dan lapisan manajemen.
Platform cloud menyediakan layanan komputasi, jaringan, penyimpanan, database, keamanan, dan monitoring secara terintegrasi.
Model layanan cloud terdiri dari IaaS, PaaS, dan SaaS dengan tingkat pengelolaan sumber daya yang berbeda.
IaaS menyediakan infrastruktur, PaaS menyediakan platform pengembangan, sedangkan SaaS menyediakan aplikasi siap pakai.
Memahami konsep keamanan cloud, ancaman keamanan, shared responsibility, perlindungan data, dan pengelolaan identitas pada lingkungan Cloud Computing.
Setelah mengikuti pembelajaran pada pertemuan ketiga, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep dasar keamanan Cloud Computing serta menjelaskan cara melindungi data, aplikasi, identitas, dan infrastruktur cloud.
Keamanan Cloud Computing
Keamanan Cloud Computing adalah serangkaian kebijakan, proses, teknologi, dan kontrol yang digunakan untuk melindungi data, aplikasi, identitas, jaringan, serta infrastruktur yang berjalan pada lingkungan cloud.
Lingkungan cloud memiliki karakteristik berbeda dari sistem lokal karena sumber daya diakses melalui jaringan, digunakan secara bersama, bersifat elastis, dan dapat berada pada pusat data yang berbeda.
Tujuan utama keamanan cloud adalah menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi dengan tetap memperhatikan privasi, kepatuhan, performa, serta biaya layanan.
Prinsip keamanan cloud merupakan dasar dalam merancang dan mengelola layanan cloud yang aman. Prinsip tersebut mencakup confidentiality, integrity, availability, least privilege, dan defense in depth.
Data hanya dapat diakses oleh pengguna, aplikasi, atau layanan yang memiliki kewenangan.
Data dan konfigurasi cloud harus tetap akurat serta tidak diubah tanpa otorisasi yang sah.
Aplikasi dan data harus tersedia ketika dibutuhkan oleh pengguna atau organisasi.
Shared responsibility model menjelaskan pembagian tanggung jawab keamanan antara cloud service provider dan pelanggan. Provider bertanggung jawab terhadap keamanan infrastruktur cloud, sedangkan pelanggan bertanggung jawab terhadap keamanan data, identitas, konfigurasi, dan aplikasi sesuai model layanan yang digunakan.
| Pihak | Tanggung Jawab | Contoh |
|---|---|---|
| Cloud Provider | Menjaga keamanan pusat data, hardware, jaringan fisik, dan infrastruktur cloud. | Physical security, host, storage fisik, dan availability platform. |
| Pelanggan | Melindungi data, akun pengguna, aplikasi, konfigurasi, serta hak akses. | IAM, firewall rule, enkripsi, backup, dan patch aplikasi. |
| Tanggung Jawab Bersama | Mengelola keamanan layanan berdasarkan model IaaS, PaaS, atau SaaS. | Monitoring, logging, incident response, dan compliance. |
Gunakan MFA, role-based access control, least privilege, dan review akses berkala.
Terapkan enkripsi, key management, backup, masking, dan klasifikasi data.
Aktifkan logging, monitoring, alert, audit, dan deteksi aktivitas mencurigakan.
Identity and Access Management atau IAM digunakan untuk mengatur siapa yang dapat mengakses resource cloud, bagaimana identitas diverifikasi, dan tindakan apa saja yang boleh dilakukan.
Proses mengenali pengguna, service account, aplikasi, atau perangkat yang meminta akses.
Proses memverifikasi identitas menggunakan password, token, sertifikat, atau MFA.
Proses menentukan resource dan operasi yang boleh digunakan oleh identitas.
Data cloud harus dilindungi pada setiap tahap siklus hidupnya, yaitu ketika disimpan, dikirim melalui jaringan, dan sedang diproses oleh aplikasi.
| Kondisi Data | Risiko | Perlindungan |
|---|---|---|
| Data at Rest | Data dicuri dari storage atau database. | Enkripsi storage, key management, backup, dan access policy. |
| Data in Transit | Data disadap ketika berpindah melalui jaringan. | TLS, VPN, private endpoint, dan sertifikat digital. |
| Data in Use | Data terlihat atau diproses oleh pihak yang tidak berwenang. | Isolasi workload, masking, tokenisasi, dan kontrol aplikasi. |
Sebuah perguruan tinggi menjalankan sistem informasi akademik pada cloud. Sistem tersebut menyimpan data mahasiswa, nilai, jadwal, presensi, dan informasi pembayaran.
| Aset | Risiko | Kontrol Keamanan |
|---|---|---|
| Database mahasiswa | Akses oleh pengguna yang tidak berwenang. | IAM, enkripsi, database firewall, dan audit log. |
| Akun administrator | Kredensial dicuri atau digunakan secara berlebihan. | MFA, least privilege, key rotation, dan monitoring login. |
| Aplikasi akademik | Serangan terhadap endpoint atau kerentanan aplikasi. | Validasi input, patching, WAF, dan vulnerability assessment. |
| Backup data | Data tidak dapat dipulihkan setelah terjadi gangguan. | Backup berkala, versioning, redundansi, dan uji pemulihan. |
Dosen menjelaskan konsep keamanan cloud dan shared responsibility.
Mahasiswa mendiskusikan ancaman dan risiko keamanan cloud.
Mahasiswa menganalisis kasus salah konfigurasi storage dan IAM.
Mahasiswa menyusun rekomendasi kontrol keamanan.
Analisis keamanan sebuah aplikasi atau sistem yang akan dijalankan pada cloud, seperti sistem akademik, toko online, atau aplikasi layanan publik.
Keamanan cloud membutuhkan kerahasiaan, integritas, ketersediaan, autentikasi, otorisasi, enkripsi, dan monitoring.
Memahami berbagai ancaman, kerentanan, dan risiko yang dapat terjadi pada layanan Cloud Computing serta cara menguranginya.
Ancaman keamanan cloud adalah segala kondisi, tindakan, atau aktivitas yang dapat mengganggu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data serta layanan yang berjalan pada lingkungan cloud.
Ancaman tersebut dapat berasal dari pihak luar seperti penyerang, malware, dan serangan jaringan. Selain itu, ancaman juga dapat berasal dari pihak internal seperti kesalahan administrator, salah konfigurasi, penggunaan hak akses yang berlebihan, atau kelalaian pengguna.
Oleh karena itu, keamanan cloud tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada konfigurasi layanan, kebijakan organisasi, kompetensi pengguna, monitoring, dan pembagian tanggung jawab antara provider dengan pelanggan.
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
Cloud Computing Security
Penyerang dari luar organisasi yang mencoba memperoleh akses, mencuri data, atau mengganggu layanan.
Pengguna, administrator, atau pihak yang memiliki akses tetapi menyalahgunakan kewenangannya.
Kesalahan konfigurasi, gangguan perangkat, bug aplikasi, atau kegagalan layanan.
| Jenis Ancaman | Penjelasan | Dampak |
|---|---|---|
| Salah Konfigurasi | Pengaturan storage, jaringan, IAM, atau layanan cloud tidak sesuai dengan kebutuhan keamanan. | Kebocoran data, akses tidak sah, dan terbukanya resource ke internet. |
| Pencurian Kredensial | Username, password, access key, token, atau session dicuri oleh pihak lain. | Pengambilalihan akun dan penyalahgunaan resource cloud. |
| Kebocoran Data | Data sensitif dapat diakses, disalin, atau disebarkan oleh pihak yang tidak berwenang. | Kerugian finansial, pelanggaran privasi, dan kerusakan reputasi. |
| Serangan Malware | Perangkat lunak berbahaya masuk melalui aplikasi, file, endpoint, atau akun pengguna. | Kerusakan data, pencurian informasi, dan gangguan operasional. |
| Serangan DDoS | Penyerang mengirimkan permintaan dalam jumlah besar untuk membebani layanan. | Layanan menjadi lambat atau tidak dapat diakses. |
| Ancaman Insider | Pengguna internal menggunakan hak akses secara tidak semestinya atau melanggar kebijakan. | Manipulasi data, penghapusan resource, dan kebocoran informasi. |
| Kerentanan Aplikasi | Aplikasi cloud memiliki kelemahan yang dapat dieksploitasi oleh penyerang. | Akses ilegal, perubahan data, dan pengambilalihan aplikasi. |
Salah konfigurasi merupakan salah satu penyebab umum terjadinya insiden keamanan cloud. Kesalahan dapat terjadi ketika administrator membuka akses terlalu luas, tidak mengaktifkan enkripsi, menggunakan kredensial default, atau tidak membatasi akses jaringan.
Kredensial seperti password, access key, token, dan sertifikat dapat digunakan penyerang untuk mengambil alih akun cloud.
Perlindungan kredensial dilakukan untuk mencegah penggunaan akun oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan.
Data penting dapat dihapus, rusak, atau tidak dapat dipulihkan.
Organisasi dapat mengalami biaya pemulihan, denda, atau penggunaan resource ilegal.
Aplikasi dan layanan tidak dapat digunakan oleh pengguna yang sah.
Kepercayaan pengguna dan mitra terhadap organisasi dapat menurun.
Analisis risiko dilakukan dengan menilai kemungkinan terjadinya ancaman dan besarnya dampak terhadap aset cloud.
| Ancaman | Kemungkinan | Dampak | Prioritas |
|---|---|---|---|
| Storage terbuka ke publik | Tinggi | Tinggi | Kritis |
| Pencurian kredensial administrator | Sedang | Tinggi | Tinggi |
| Serangan DDoS | Sedang | Sedang | Sedang |
| Kegagalan backup | Rendah | Tinggi | Sedang |
Mempelajari jenis ancaman dan dampaknya terhadap layanan cloud.
Mendiskusikan contoh insiden keamanan cloud.
Menentukan kemungkinan dan dampak setiap ancaman.
Menyusun kontrol keamanan untuk mengurangi risiko.
Pilih satu aplikasi atau sistem yang akan dijalankan menggunakan Cloud Computing. Lakukan analisis terhadap ancaman keamanan yang mungkin terjadi.
Memahami cara melindungi data cloud dari akses tidak sah, perubahan tanpa izin, kehilangan, kebocoran, dan gangguan layanan.
Keamanan data cloud adalah serangkaian kebijakan, proses, teknologi, dan kontrol yang digunakan untuk melindungi data yang disimpan, dikirim, dan diproses pada lingkungan Cloud Computing.
Data cloud dapat berupa data pribadi, data transaksi, dokumen, database, file aplikasi, log sistem, backup, maupun informasi organisasi. Setiap jenis data memiliki tingkat sensitivitas dan kebutuhan perlindungan yang berbeda.
Perlindungan data harus dilakukan sepanjang siklus hidup data, mulai dari pembuatan, penyimpanan, penggunaan, pengiriman, pencadangan, hingga penghapusan data.
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
Cloud Computing Security
Klasifikasi data dilakukan untuk menentukan tingkat sensitivitas data dan kontrol keamanan yang dibutuhkan.
| Kategori Data | Karakteristik | Contoh Perlindungan |
|---|---|---|
| Publik | Data yang boleh diketahui atau diakses oleh masyarakat umum. | Kontrol perubahan, versioning, dan validasi publikasi. |
| Internal | Data yang hanya digunakan oleh anggota organisasi. | Login organisasi, IAM, dan pembatasan akses internal. |
| Rahasia | Data sensitif yang dapat menimbulkan kerugian apabila tersebar. | Enkripsi, MFA, audit log, dan least privilege. |
| Sangat Rahasia | Data kritis seperti kredensial, kunci enkripsi, atau informasi strategis. | Strong encryption, secret manager, akses terbatas, dan monitoring khusus. |
Data membutuhkan perlindungan yang berbeda berdasarkan kondisi atau tahap penggunaannya.
Data yang sedang disimpan pada database, object storage, virtual disk, atau backup.
Data yang sedang dikirim antara pengguna, aplikasi, database, atau layanan cloud.
Data yang sedang diproses oleh aplikasi, mesin virtual, database, atau layanan analitik.
Enkripsi adalah proses mengubah data asli menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca tanpa kunci dekripsi yang sesuai. Enkripsi membantu mencegah pihak yang tidak berwenang membaca data.
| Jenis Enkripsi | Penggunaan | Contoh |
|---|---|---|
| Symmetric Encryption | Menggunakan satu kunci untuk enkripsi dan dekripsi. | Enkripsi database, disk, dan file storage. |
| Asymmetric Encryption | Menggunakan pasangan public key dan private key. | Sertifikat digital, TLS, dan pertukaran kunci. |
| Key Management | Mengatur pembuatan, penyimpanan, rotasi, dan pencabutan kunci. | Key vault, HSM, key rotation, dan access policy. |
Backup merupakan salinan data yang digunakan untuk memulihkan informasi ketika data asli hilang, rusak, terhapus, terkena malware, atau tidak dapat diakses.
Tentukan jadwal backup berdasarkan tingkat kepentingan dan perubahan data.
Simpan salinan pada lokasi, zona, atau media yang berbeda.
Lakukan pengujian restore agar backup benar-benar dapat digunakan saat terjadi gangguan.
Sistem akademik menyimpan data identitas mahasiswa, nilai, presensi, dokumen akademik, serta informasi pembayaran pada database cloud.
| Data | Risiko | Kontrol |
|---|---|---|
| Data identitas mahasiswa | Kebocoran informasi pribadi. | Enkripsi, IAM, masking, dan audit log. |
| Data nilai | Perubahan nilai tanpa otorisasi. | Role-based access, approval, versioning, dan monitoring perubahan. |
| Dokumen akademik | File diunduh oleh pihak yang tidak berwenang. | Private storage, signed URL, expiration, dan access policy. |
| Backup database | Data backup hilang atau ikut terhapus. | Backup terenkripsi, redundansi, retensi, dan uji pemulihan. |
Mempelajari klasifikasi dan kondisi data cloud.
Menganalisis penggunaan enkripsi dan pengelolaan kunci.
Menganalisis risiko data pada sistem akademik berbasis cloud.
Menyusun rekomendasi perlindungan data cloud.
Pilih satu sistem yang menggunakan layanan cloud. Identifikasi jenis data yang diproses dan susun rancangan perlindungan datanya.
Memahami konsep identitas, autentikasi, otorisasi, hak akses, dan prinsip least privilege dalam pengamanan layanan Cloud Computing.
Identity and Access Management atau IAM adalah kumpulan kebijakan, proses, teknologi, dan layanan yang digunakan untuk mengelola identitas serta hak akses pengguna, aplikasi, perangkat, dan layanan terhadap resource cloud.
IAM membantu organisasi menentukan siapa yang boleh mengakses suatu resource, bagaimana identitas tersebut diverifikasi, dan tindakan apa saja yang dapat dilakukan setelah akses diberikan.
Penerapan IAM yang baik dapat mengurangi risiko akses tidak sah, penyalahgunaan akun, kebocoran data, dan perubahan konfigurasi cloud tanpa izin.
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
Identity and Access Management
IAM terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan untuk mengatur identitas dan akses terhadap resource cloud.
| Komponen | Pengertian | Contoh |
|---|---|---|
| Identity | Representasi pengguna, aplikasi, perangkat, atau layanan. | User, service account, dan managed identity. |
| Credential | Informasi yang digunakan untuk membuktikan identitas. | Password, access key, token, dan sertifikat. |
| Role | Kumpulan izin yang dapat diberikan kepada identitas. | Reader, Contributor, dan Administrator. |
| Policy | Aturan yang menentukan akses terhadap resource tertentu. | Allow, deny, condition, dan scope. |
| Audit | Pencatatan aktivitas identitas dan akses. | Login log, activity log, dan access review. |
Proses mengenali identitas yang meminta akses terhadap resource cloud.
Proses membuktikan bahwa identitas yang digunakan benar-benar sah.
Proses menentukan resource dan tindakan yang boleh dilakukan oleh identitas.
Metode autentikasi digunakan untuk membuktikan identitas pengguna atau layanan sebelum akses diberikan.
| Metode | Penjelasan | Tingkat Perlindungan |
|---|---|---|
| Password | Informasi rahasia yang digunakan untuk masuk ke akun. | Perlu dibuat kuat, unik, dan tidak digunakan ulang. |
| Multi-Factor Authentication | Menggunakan lebih dari satu faktor verifikasi. | Lebih kuat daripada password saja. |
| Access Key | Kunci yang digunakan aplikasi atau script untuk mengakses layanan cloud. | Harus dibatasi, disimpan aman, dan dirotasi berkala. |
| Sertifikat Digital | Kredensial digital untuk membuktikan identitas sistem atau layanan. | Cocok untuk komunikasi dan autentikasi antar-layanan. |
| Single Sign-On | Pengguna dapat mengakses beberapa layanan menggunakan satu identitas terkelola. | Mempermudah pengelolaan akses dan audit. |
Least privilege adalah prinsip yang memberikan hak akses minimum kepada pengguna, aplikasi, atau layanan sesuai dengan kebutuhan tugasnya.
| Entitas | Fungsi | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|
| User | Identitas individu yang digunakan oleh pengguna manusia. | Dosen, mahasiswa, administrator, atau operator. |
| Group | Kumpulan user dengan kebutuhan akses yang serupa. | Group developer, auditor, atau finance. |
| Role | Kumpulan izin yang dapat digunakan oleh suatu identitas. | Reader, Storage Contributor, atau Database Viewer. |
| Service Account | Identitas yang digunakan aplikasi atau layanan untuk berkomunikasi. | Aplikasi mengakses database atau storage. |
| Administrator | Identitas dengan hak pengelolaan resource yang sangat luas. | Konfigurasi subscription, policy, dan resource penting. |
Memberikan identitas dan hak akses sesuai kebutuhan pekerjaan.
Memperbarui izin ketika tugas atau jabatan pengguna berubah.
Memeriksa apakah hak akses masih diperlukan dan sesuai kebijakan.
Menghapus atau menonaktifkan akses yang tidak lagi dibutuhkan.
Sebuah sistem akademik memiliki tiga kelompok pengguna: mahasiswa, dosen, dan administrator. Setiap kelompok membutuhkan hak akses yang berbeda.
| Pengguna | Hak Akses | Hak yang Tidak Diberikan |
|---|---|---|
| Mahasiswa | Melihat nilai, jadwal, presensi, dan mengisi KRS. | Tidak dapat mengubah nilai atau mengelola akun pengguna lain. |
| Dosen | Mengelola nilai, presensi, dan materi pada kelas yang diampu. | Tidak dapat mengakses data akademik seluruh program studi. |
| Administrator | Mengelola user, role, konfigurasi, dan resource aplikasi. | Akses administratif harus menggunakan MFA dan dicatat dalam audit log. |
Mempelajari konsep identitas dan hak akses cloud.
Menyusun role untuk pengguna sistem akademik.
Menganalisis risiko hak akses berlebihan.
Mengevaluasi kebijakan IAM dan least privilege.
Buat rancangan IAM untuk sebuah aplikasi berbasis cloud, seperti sistem akademik, toko online, perpustakaan digital, atau aplikasi layanan publik.
Menerapkan kontrol keamanan, SLA, compliance, serta prosedur pengamanan layanan cloud.
Kontrol keamanan meliputi kontrol preventif, detektif, korektif, administratif, teknis, dan fisik.
SLA mendefinisikan tingkat ketersediaan, performa, dukungan, tanggung jawab, dan kompensasi layanan cloud.
Compliance memastikan layanan cloud mengikuti kebijakan organisasi, regulasi, standar keamanan, dan kebutuhan audit.
Implementasi dilakukan melalui konfigurasi IAM, network security, logging, enkripsi, backup, vulnerability management, dan evaluasi berkala.
Membahas penyimpanan data pada banyak node untuk meningkatkan kapasitas, ketahanan, dan ketersediaan.
Data dibagi atau direplikasi pada beberapa node sehingga sistem tetap dapat bekerja ketika sebagian node mengalami gangguan.
Jenis storage meliputi object storage, block storage, file storage, database storage, dan archive storage.
Replikasi meningkatkan availability dan durability, tetapi memerlukan strategi konsistensi, sinkronisasi, serta pengelolaan biaya.
Analisis kasus penggunaan distributed storage untuk backup, data aplikasi, konten multimedia, dan analitik.
Setiap node memiliki memori lokal dan berkomunikasi melalui jaringan menggunakan mekanisme message passing.
Sinkronisasi menjaga konsistensi data melalui lock, timestamp, consensus, replikasi, dan strategi consistency model.
Analisis mencakup performa, latensi, bandwidth, konsistensi, fault tolerance, dan skalabilitas.
Menganalisis manfaat virtualisasi sebagai dasar efisiensi dan isolasi sumber daya pada cloud.
Virtualisasi memisahkan sumber daya fisik dari lingkungan logis seperti mesin virtual, jaringan virtual, dan storage virtual.
Hypervisor mengelola mesin virtual dan membagi sumber daya CPU, memory, storage, serta jaringan.
Virtual machine adalah lingkungan komputasi terisolasi yang menjalankan sistem operasi dan aplikasi di atas infrastruktur virtual.
Virtualisasi meningkatkan utilisasi hardware, fleksibilitas deployment, isolasi, portabilitas, dan efisiensi pengelolaan.
Review materi pertemuan 1 sampai 7 sebagai persiapan Ujian Tengah Semester.
Evaluasi pemahaman mahasiswa terhadap konsep, arsitektur, keamanan, storage, memory, dan virtualisasi cloud.
Membahas akses dan integrasi berbagai sumber data melalui lapisan abstraksi tanpa memindahkan seluruh data.
Data virtualization menyediakan tampilan terpadu terhadap data dari sumber yang beragam secara fleksibel.
Virtual data layer menjadi lapisan penghubung antara aplikasi dan sumber data dengan metadata, query, dan policy.
Integrasi data cloud menghubungkan database, storage, aplikasi, API, dan pipeline pengolahan data.
Abstraksi menyembunyikan detail sumber data sehingga pengguna dapat mengakses data melalui antarmuka yang konsisten.
Memahami subscription sebagai batas administrasi, pengelolaan biaya, akses, dan resource pada Microsoft Azure.
Microsoft Azure menyediakan layanan compute, storage, database, networking, security, analytics, dan AI.
Subscription digunakan untuk mengelompokkan penggunaan resource, mengatur billing, akses, dan kebijakan.
Resource group mengelompokkan resource yang memiliki siklus hidup dan kebutuhan pengelolaan yang sama.
Azure Portal merupakan antarmuka web untuk membuat, mengonfigurasi, memantau, dan menghapus resource Azure.
Membahas pemrosesan data yang mengalir secara kontinu dari berbagai sumber.
Data streaming diproses secara berkelanjutan sehingga informasi dapat tersedia dengan latensi rendah.
Data real-time digunakan untuk monitoring, notifikasi, IoT, transaksi, dan pengambilan keputusan cepat.
Arsitektur streaming mencakup producer, ingestion, message broker, processor, storage, consumer, dan monitoring.
Layanan Azure dapat digunakan untuk ingestion, event processing, analytics, dashboard, dan penyimpanan data streaming.
Membahas model pemrograman terdistribusi untuk memproses data berukuran besar secara paralel.
Map memproses dan mengubah data menjadi pasangan key-value, sedangkan Reduce menggabungkan hasil berdasarkan key.
Tahap Map membaca input, melakukan transformasi, dan menghasilkan pasangan key-value antara.
Tahap Reduce mengelompokkan key yang sama dan menghasilkan ringkasan atau output akhir.
Implementasi Map Reduce perlu memperhatikan pembagian data, paralelisme, fault tolerance, shuffle, dan efisiensi.
Menerapkan konsep Cloud Computing pada aplikasi dan infrastruktur sederhana.
Deployment mencakup persiapan aplikasi, konfigurasi environment, koneksi database, keamanan, pengujian, dan publikasi.
Aplikasi cloud dirancang agar mudah diakses, elastis, terukur, dan dapat dimonitor.
Database cloud menyediakan penyimpanan terkelola dengan fitur availability, backup, scaling, dan security.
Monitoring digunakan untuk mengamati availability, performa, penggunaan resource, error, dan biaya.
Membahas manajemen resource, performa, biaya, availability, dan evaluasi layanan cloud.
Cloud management meliputi provisioning, konfigurasi, policy, akses, otomasi, inventaris, dan governance.
Performa dievaluasi melalui latency, throughput, response time, availability, utilization, dan scalability.
Pengendalian biaya dilakukan melalui budgeting, tagging, rightsizing, reserved capacity, autoscaling, dan penghapusan resource tidak terpakai.
Evaluasi layanan mempertimbangkan performa, keamanan, biaya, SLA, pengalaman pengguna, dan kesesuaian kebutuhan.
Mahasiswa mempresentasikan rancangan dan implementasi solusi Cloud Computing menggunakan Microsoft Azure.
Presentasi menjelaskan masalah, arsitektur, layanan yang digunakan, konfigurasi, keamanan, biaya, dan hasil implementasi.
Demonstrasi aplikasi atau layanan cloud yang telah dibangun, diuji, dan didokumentasikan.
Evaluasi mencakup kesesuaian solusi, fungsi, keamanan, performa, dokumentasi, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
Mahasiswa memberikan umpan balik konstruktif terhadap solusi dan presentasi kelompok lain.
Laporan memuat latar belakang, tujuan, desain, implementasi, pengujian, hasil, kendala, dan kesimpulan.
Review seluruh materi Cloud Computing sebagai persiapan Ujian Akhir Semester.
Kuis digunakan untuk mengukur pemahaman konsep dan penerapan Cloud Computing.
Evaluasi akhir mencakup konsep, arsitektur, keamanan, storage, virtualisasi, data processing, Azure, dan implementasi cloud.
Penilaian mempertimbangkan ketepatan konsep, analisis, penerapan, kreativitas, dokumentasi, komunikasi, dan tanggung jawab.
Mahasiswa dinyatakan memenuhi pembelajaran apabila mengikuti evaluasi, menyelesaikan tugas, dan mencapai nilai akhir sesuai ketentuan akademik.